Sabtu, 08 Februari 2020

Meneladani Para Kepala SMANUSA

Tanggal 3 Februari 2020 merupakan harlah SMA NU 1 GRESIK yang ke-52, dan salah satu  agendanya adalah Peringatan Haul Almarhumin wa maghfirlahum para pendiri dan para kepala sekolah SMA NU 1 GRESIK serta bapak ibu guru dan karyawan yang Insya Allah dilaksanakan tepat hari itu.

Secara langsung saya tidak pernah tau dengan pasti siapa saja yang menjadi pendiri sekolah, hanya mendengar dari cerita para sesepuh dan para senior. Semoga amal beliau-beliau diterima di sisi Allah SWT. Aamiin.

Berbeda dengan para kepala sekolah yang telah berpulang ke Rahmatullah, diantaranya Allahummaghfirlahum Bpk H. Asnan Noor, Bpk. H. Ali Usman, Bpk. KH. Zainul Fuad Basyir, Bpk. H. Moh. Nasihuddin, semoga Allah senantiasa merahmati beliau-beliau. Aamiin. 

Insya Allah saya masih merasakan kepemimpinan dan keteladanan beliau-beliau.
Bapak H. Asnan Noor, walaupun saat memimpin SMA NU 1 saya belum lahir namun saya pernah menjadi murid beliau saat belajar di STIT RADEN SANTRI GRESIK, beliau mengampu mata kuliah Manajemen Pendidikan Islam. Beliau begitu bersahaja, semangat menuntut ilmu sungguh kental terlihat, bijaksana dan saya sedikit bisa membayangkan bagaimana model kepemimpinan beliau pada masa-masa awal berdirinya SMA NU 1 yang ceritanya butuh perjuangan luar biasa, merangkak dari nol dan jatuh bangun bangkit. Benar-benar membutuhkan manajemen kepemimpinan yang luar biasa.
Bapak H. Ali Usman, sosok yang tenang selalu tampak di wajah beliau. Saya merasakan dua tahun beliau menjadi kepala sekolah, tepat saat itu saya masih belajar di SMA NU 1, ketika kelas 2 tahun 1998 beliau berpulang. Sosok yang berwibawa, itulah dalam benak saya.
Bapak KH. Zainul Fuad Basyir, beliau sosok kiai yang menyejukkan. Setiap saat beliau mengajar mata pelajaran Aqidah Akhlaq saat kelas 3 SMA saya selalu merindukan beliau dengan segala petuahnya yang bagaikan hujan turun di tengah² kemarau, suegaaar rasanya. Dan pada tahun 2002 saya bergabung menjadi karyawan di SMA NU 1 yang pada saat itu saya masih duduk di semester 5, disitulah saya lebih mengenal beliau dengan kewibaan beliau dengan ditambah prinsip kerja NABABA yakni Nabuh Bareng Bareng, maka tujuan kerja akan mudah terwujud.
Bapak H. Moh. Nasihuddin, beliau sosok modern yang visioner. Itulah dalam pandangan saya. Beliau mengajarkan prinsip 3P dalam manajemen sekolah. Yakni Penampilan, Pelayanan dan Prestasi. Tidak ada anak bodoh, semua dilahirkan fitrah memiliki kelebihan baik akademik maupun non akademik. Spiritual dan emosional lebih menjadi kunci sukses dibanding intelektual. Masih teringat saat beliau menanyakan pada saya, "kamu ingin jadi orang pintar atau bermanfaat ?". Saya jawab, "pingin keduanya." "Yah harus berjuang", jawab beliau.
Dan teringat pula saat beliau bersama istri takziyah ke rumah dalam 7 harinya bapak mertua saya, November 2017, istrinya bercerita bahwa seringkali setiap kali seusai sholat malam beliau selalu mengatakan siapa yang menggantikanku kelak jadi kepala sekolah.
Jadi ingin menangis rasanya mengingat cerita itu. Seakan beliau merasa akan pergi, dan benar itu terjadi, beliau pergi selama lamanya kembali kehadiratNya. Semoga amal baik beliau diterima oleh Allah SWT. aamiin.
Demikian buat semua para pendiri dan bapak ibu guru karyawan atas segala perjuangannya untuk SMA NU 1 GRESIK.

  • Lahumul Faatihah.

Menanti Bersinarnya Kembali Kilau Gemilang

Menanti Bersinarnya Kembali Kilau Gemilang
28 Januari 2020

Kilau Gemilang 50 Tahun SMANUSA tepatnya pada Februari 2018 merupakan moment yang tak terlupakan. Bayangkan, mulai alumni 1971 hingga 2017 saat itu tumplek blek jadi satu memeriahkan 50 tahun SMANUSA EMAS.

Masih teringat kenangan bersama Allahummaghfirlahu Bapak Moh. Nasihuddin saat sekitar 6 bulan menjelang wafat, ingin mengumpulkan para alumni agar menjadi Tim  Sukses dalam memeriahkan SMANUSA EMAS. Terbesit keraguan, akankah para alumni mampu melakukannya. Namun dengan keyakinan luar biasa beliau mulai mengumpulkan dan membentuk Tim Panitia Kilau Gemilang. Akhirnya, terpilihlah Sang ketua Saudara Lukman didampingi Saudara Miftah, dengan dikawal Cak Wahyudi, Cak Ji Oon Agung, Ning Ayu Mardiana, semua menyatu sisingkan lengan baju. Tak kalah ambil peran penting sahabat-sahabat yang terlibat dalam tiap seksi, Cak Kaji Soni, Ical, Cak Yunus, Cak Zamroni, cs dan semuanya yang gak bisa disebut satu persatu. Kru ekskul SMANUSA dan adik² para siswa semuanya terlibat saling bahu membahu memaksimalkan potensi. Dukungan para guru, orang tua dan segenap masyarakat menjadi energi pendukung yang mendongkrak  semangat.

Lalu bagaimana dengan Luluk, hehe.
Si kecil berkacamata dari alumni 99, hihi.
Dalam tim, Luluk kecil mendapatkan amanah sebagai bendahara. Oh My God. Pengalaman yang sungguh mendebarkan.
Tugas bendahara menampung donasi yang masuk, mencatat, mengeluarkan sesuai pos masing-masing,  melaporkan tiap malam menjelang hari H hingga selesai acara.
Pencatatan harus dilakukan secara teliti dan detail, pelaporan harus dilakukan secara transparan dan akurat. Mulai angkatan 1971 sampai 2017 masing-masing koordinator menyampaikan donasi dari para anggota alumni, namun banyak juga yang langsung menyalurkan donasi ke bendahara. Yah, harus jeli dan jeli. Tiap malam usai aktifitas kerja harus menyempatkan melaporkan pada grup IKANUSA berapa perolehan dan siapa saja donatur yang masuk dari tiap angkatan pada tiap harinya. Selanjutnya para koordinator memantau kebenaran laporan bendahara.
Alhamdulillah,  perolehan yang luar biasa. Para alumni bersemangat menyisihkan sebagian rizkinya demi suksesnya acara.

Rangkaian acara SMANUSA EMAS yang terdiri dari JJS dan BAZAR, Donor Darah, Pengobatan Gratis, 50 Tumpeng, Haul Alharhumin wa maghfurlahum Para Pendiri dan Para Kepala Sekolah serta Bapak Ibu guru dan Karyawan, hingga puncak acara Reuni Akbar 50 tahun yang digelar di GOR AHMAD YANI, semuanya berjalan lancar dan sangat meriah. Hampir semua medsos dipenuhi status dan berita tentang Action Alumni dalam rangkaian SMANUSA EMAS pada waktu itu.

Alhamdulillaah, kegiatan yang memerlukan dana ratusan juta itu, sepeserpun sekolah tidak ikut mengeluarkan dana. Semuanya full dari donatur para alumni dan siswa. Semoga rizki para alumni, siswa dan seluruh keluarga besar SMANUSA semakin berkah dan melimpah. Aamiin. Dan dari sekian dana yang terkumpul ternyata masih ada sisa. Hehe..Alhamdulillaah..

Nah, tahun ini menjelang Februari 2020 tentu sangat merindukan kembali saat-saat perjumpaan dan silaturrahmi, kembalinya bersinar kilau gemilang ke-52.
Yuk ikutan dan ramaikan...
Semoga silaturrahmi tetap terjalin dunia akhirat. Aamiin.





SUDUT SMANUSA
HARI INI

Kawan, masih ingat dengan Food Court D'Kautsar?
Tentu, kantin sehat SMANUSA yang telah mendapatkan Piagam Bintang Kantin Sehat dari BPOM Jawa Timur. Ini sebagai bukti bahwa SMANUSA berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi generasi bangsa dengan menyediakan makanan sehat, bergizi, praktis, dan higienis yang mendorong pertumbuhan dan perkembangan menuju generasi sehat, cerdas, kreatif dan inovatif.

Nah, pagi tadi BPOM Jawa Timur melakukan survei ulang ke food court D'Kautsar agar upaya ini terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Oke..
Yuk rame² ke D'Kautsar
Mau makanan apa?
Ngopi, ngeteh, ngejuz...?
Insya Allah semua ada disini...

Salam Nusa Lovers.

#smadoubletrack #smanusa #smanu1gresik #smanusagresik #nusaday #forzasmanusa #smanusaale #indonesia #kotagresik #gresik #nu #nahdlatululama

OLIMPIADE LP MAARIF


SMANUSA semakin tak terkejar.. Pada ajang Olimpiade MIPA dan Bahasa Inggris ke III Tahun 2020 yang diselenggarakan oleh PC LP MA'ARIF NU GRESIK, 9 piala di borong oleh SMANUSA.

Menjadi bukti nyata SMANUSA fokus mengembangkan prestasi akademik dan  nonakademik peserta didik.

Selamat kepada :
1. Aeeshah Aswi Akbar, kelas X MIPA 8  Juara 1 Mapel IPA

2. Dhuroh Tul Avisa, kelas XI 4  Juara 2 Mapel Bahasa Inggris

3. Anisa Riffka D, kelas XII MIPA 4  Juara 2 Mapel Matematika

4. Putri Anggia, kelas XII mipa 4  Juara 2 Mapel Bahasa Inggris

5. Aisyah Febriani P, kelas X MIPA 8  Juara 3 Mapel IPA

6. M. Fadhil Alfiano, kelas X MIPA 1  Juara 3 Mapel Matematika

7. Atiyah Safitri S, kelas XI MIPA 1  Juara Harapan 1 Mapel Matematika

8. Srimas Khafifah, kelas X Bahasa  Juara Harapan 1 Mapel Bahasa Inggris

9. Paula Dona, kelas XI IPS 1  Juara Harapan 1 Mapel Bahasa Inggris

Semoga membawa keberkahan. Aamiin

__________________________________________
#smadoubletrack #smanusa #smanu1gresik #smanusagresik #nusaday #forzasmanusa #smanusaale #indonesia #kotagresik #gresik #nu #nahdlatululama

Selasa, 27 Maret 2018

SENYUMAN KALBU



Good Man

Dua perkara tidak ada yang lebih utama dari keduanya yaitu : Iman kepada Allah dan memberi manfaat kepada orang Islam (baik dengan ucapan, kuasa, harta atau dengan tenaga).

Manusia yang paling dicintai Allah Ta’ala ialah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain. Dan seutama-utama amal ialah menyenangkan hati orang yang beriman dengan cara menghilangkan kelaparan, kesusahan atau melunasi hutangnya.

Dua perkara yang lebih kotor dan keji daripada keduanya adalah menyekutukan Allah dan mendatangkan kemudharatan bagi kaum muslimin.
(Nashaihul  Ibad)


Salam Smile
Lu2k.3r

Kamis, 09 Februari 2017


📚 *Mutiara Hadits 460* 📚

Al-Cote


*DIANTARA AKHLAK MULIA ADALAH MENJAGA PERASAAN ORANG LAIN*

Amr bin Qais al-Mula'i rahimahullah berkata:

ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻜْﺮَﻫُﻮﻥَ ﺃَﻥْ ﻳُﻌْﻄِﻲ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﺻَﺒِﻴَّﻪُ ﺷَﻴْﺌًﺎ فَيَخرُجُ بِهِ ﻓَﻴَﺮَﺍﻩُ ﺍﻟْﻤِﺴْﻜِﻴﻦُ ﻓَﻴَﺒْﻜِﻲ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻫْﻠِﻪِ، ﻭَﻳَﺮَﺍﻩُ ﺍﻟْﻴَﺘِﻴﻢُ ﻓَﻴَﺒْﻜِﻲ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻫْﻠِﻪِ.

"Mereka (para Shahabat) tidak suka seseorang memberi anaknya sesuatu lalu anaknya tersebut membawanya keluar, kemudian ada orang miskin yang melihatnya lalu dia menangis kepada keluarganya (karena menginginkan yang sama dengan apa yang dibawa oleh anak tersebut), atau ada anak yatim yang melihatnya lalu dia menangis kepada keluarganya."
(Kitab az-Zuhd, karya al-Imam Ahmad bin Hanbal)

Mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka, yaitu dengan membantu dan menolong mereka, bukan sekedar dekat dengan mereka. Apa yang ada pada kita, kita berikan kepada mereka karena kita akan diberikan kemudahan oleh Allah Ta’ala dalam setiap urusan, dihilangkan kesusahan pada hari Kiamat, dan memperoleh ganjaran yang besar.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ…

Barangsiapa menghilangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Dan barangsiapa yang memudahkan kesulitan orang yang dililit hutang, Allah akan memudahkan atasnya di dunia dan akhirat…
Hadits shahîh. Diriwayatkan oleh Muslim (no. 2699), Ahmad (II/252, 325), Abu Dawud (no. 3643), at-Tirmidzi (no. 2646), Ibnu Majah (no. 225), dan Ibnu Hibban (no. 78 dalam al-Mawârid).

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

السَّاعِى عَلَى اْلأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِيْنِ كَالْمُجَاهِدِ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ –وَأَحْسِبُهُ قَالَ-: وَكَالْقَائِمِ لاَ يَفْتُرُ وَكَالصَّائِمِ لاَ يُفْطِرُ.

“Orang yang membiayai kehidupan para janda dan orang-orang miskin bagaikan orang yang berjihad fii sabiilillaah.” –Saya (perawi) kira beliau bersabda-, “Dan bagaikan orang yang shalat tanpa merasa bosan serta bagaikan orang yang berpuasa terus-menerus”.
Hadits shahîh. Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 5353, 6006, 6007) dan Muslim (no. 2982), dari Sahabat Abu Hurairah. Lafazh ini milik Muslim.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu berkumpul bersama orang-orang miskin, sampai-sampai beliau berdo’a kepada Allah agar dihidupkan dengan tawadhu’, akan tetapi beliau mengucapkannya dengan kata “miskin”.

اَللَّهُمَّ أَحْيِنِيْ مِسْكِيْنًا وَأَمِتْنِيْ مِسْكِيْنًا وَاحْشُرْنِيْ فِيْ زُمْرَةِ الْمَسَاكِيْنِ.

Ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, matikanlah aku dalam keadaan miskin, dan kumpulkanlah aku bersama rombongan orang-orang miskin.
Hadits hasan. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 4126), ‘Abd bin Humaid dalam al-Muntakhab (no. 1000), dan selain keduanya. Lihat Silsilah al-Ahâdîts ash-Shahîhah (no. 308) dan Irwâ`ul Ghalîl (no. 861).

Ini adalah doa dari beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam agar Allah Ta’ala memberikan sifat tawadhu` dan rendah hati, serta agar tidak termasuk orang-orang yang sombong lagi zhalim maupun orang-orang kaya yang melampaui batas.
Wallahu a'lam
#AbuMiqdam/AkhlaqMulia#

Tauhid IT
Al-Cote

Ceritanya suatu hari secara gak sengaja saya diberi sebuah obat oleh teman. Obat cair seperti madu yang sudah diracik dengan berbagai bumbu-bumbu herbal. Saya telateni minumnya sesuai petunjuk dan alhamdulillah berbagai keluhan yang beberapa lama saya rasakan berangsur-angsur membaik. Stamina lebih fit dan tidak lagi banyak gangguan tidur.

Pada hari yang kesekian, ketika hendak menuang herbal tersebut, sejenak saya terdiam dan termenung. Teringat sebuah kisah Nabi Musa as. Alkisah nabi Musa mengeluh sakit perut, padahal saat itu keadaan sedang genting. Sang Kalimullah akhirnya mengeluh kepada Tuhan dan Tuhan memerintahkan agar Musa naik bukit memetik daun dari sebatang pohon tertentu untuk menyembuhkan sakit perutnya.

Musa naik, dan sebelum menyentuh daun itu, perutnya sudah sembuh. Musa kembali ke tempatnya semula. Setelah beberapa lama, mendadak Nabi Musa sakit perut lagi. Dia langsung naik ke bukit dan memakan daun tadi. Tetapi, meski sudah memakan sekian lembar daun, perutnya tak kunjung sembuh-sembuh jua.

Kemudian Nabi Musa protes kepada Tuhan, “Ya Allah aku sudah makan sekian daun, tapi perutku tidak sembuh juga! Tadi Engkau mengatakan kepadaku bahwa kalau hendak sembuh naiklah ke atas bukit, ambil dan makanlah daun-daun yang ada pada pohon di sana.”

Allah lalu mengatakan pada Nabi Musa, “Yang mengatakan daun boleh menyembuhkan sakit perut itu siapa? Tadi waktu sakit perut pertama kan kamu minta tolong sama Aku, jadinya sakit perutmu Aku sembuhkan. Tapi waktu sakit perut yang kedua, kamu kan tidak minta sama Aku. Kamu langsung saja naik bukit kerana kamu fikir daun boleh menyembuhkan sakit perutmu. Tidak seperti itu, Musa. Daun tidak boleh menyembuhkan sakit perutmu, yang menyembuhkan sakit perutmu itu Aku. Terserah Aku mahu menyembuhkan lewat daun, mahu menggunakan batu atau apa saja, itu terserah Aku. Jadi sembuhnya perutmu bukan karena daun, itu atas perkenanKu.”

Alhasil kisah ini mengingatkan saya tentang pentingnya Taalluq alias 'merasa selalu bergantung' atau bahasa IT nya 'stay connected'. Seperti yang saat ini sedang kita alami, yaitu ingin selalu punya koneksi.

Sekarang ini orang baru jelas merasakan bedanya punya kuota internet dengan tidak. Banyak orang yang tidak tahan jika dia tidak 'connected'. Mati-matian dia akan beli pulsa, pergi ke kantor yang berwifi, cari free wifi atau minta koneksi hotspot teman, ada juga yang berjihad mencari cara pakai ssh atau http injection demi untuk mendapatkan connection.

Begitu connection established, legalah hati ini rasanya. Jika connection error, RTO atau lambat karena link putus atau intervensi, mulailah jadi galau. Bawaanya jadi gak mood, mati gaya dan emosi. Connection good = hati jadi good. Connection good, tapi server yang dituju down, efeknya juga sama, mati gaya.

Ya, kira-kira begitulah kondisi para pencinta Tuhan. Dalam dunianya, mereka ingin selalu 'stay connected' kepada Sang Maha Server. Karena sang Maha Server secara aktif memberikan semua update info, valid broadcast no hoax, attachment, patch update terbaru, plugins dan segala data terbaru kepada mereka yang terkoneksi dengan benar.

Yang semakin kuat koneksinya maka tentu file yang bisa didownload makin banyak dan cepat. Yang lemot koneksinya otomatis cuma bisa menerima sedikit dan mungkin sering tertunda karena buffering. Yang tidak terkoneksi ya tidak menerima.

Yang kasihan itu mereka yang terkoneksi ke server yang salah. Akhirnya yang diterimanya kebanyakan adalah hoax, software2 yang mengandung malware, keygen yang mengandung virus dan sejenisnya, dimana hal-hal itu seolah-olah membantu mereka padahal sudah dihack oleh setan untuk menipu usernya. User yang kena malware kebanyakan tidak menyadari hingga suatu saat baru ketahuan resource mereka dimakan dan dimanfaatkan oleh setan secara haluusss.

Allahumma inni auzubika minal malware wal hoax wal virus wal patch yang palsu wa alihi wasohbihi ajmain.

Wallahu a'lam