Pembina Upacara Sebaya
27 Januari 2020
Salah satu bentuk penguatan karakter siswa SMA NUSA adalah menjadi pembina upacara sebaya. Dengan menjadi pembina upacara sebaya diharapkan mampu melatih rasa percaya diri, mampu menjadi inspirasi bagi teman-teman sebaya dan memberikan motivasi bagi adik-adik kelasnya. Doni, begitulah panggilan akrabnya, siswa dengan tampilan polos sederhana yang aktif dalam berbagai organisasi dan kegiatan sekolah diantaranya IPNU, PPST, dan Teater Nusa yang pada ajang SMA AWARD 2019 meraih juara 2 se-Jawa Timur berbagi pengalaman di depan seluruh siswa SMA NUSA. Namun demikian, keaktifan Doni tidak mengabaikan prestasi akademiknya, dia tetap mampu mengatur waktu dan tenaga agar keduanya bisa berjalan dengan baik.
Senin, 17 Februari 2020
Bela diri SMANUSA
BELA DIRI SMA NU 1 GRESIK (SMANUSA):
PAGAR NUSA, JUJITSU
WUSHU, TAEKWONDO dan
MUAY THAI
2 Februari 2020
Alhamdulillaah, ANNISA SUCI RACHMANIA, kelas XI MIPA 1 berhasil meraih Juara 1 Kelas A Tanding Putri Tingkat SMA/ MA/ Sederajat dalam National Open Tournament Pencak Silat of Batu National Champioship I Tahun 2020 yang diselenggarakan kemarin, pada tanggal 31 Januari 2020 di GOR Gajah Mada Kota Batu. Selamat kepada Annisa dan Bpk Aris selaku pembinanya. Semoga makin semangat berpacu meningkatkan prestasi.
Berbicara tentang "silat" kawan, yang disebut juga "pencak" atau "pencak silat" adalah suatu jenis seni bela diri Indonesia.
Nah, untuk diketahui saja bahwa di SMA NUSA ada lima macam seni bela diri yang bisa diikuti oleh siswa siswi sebagai wadah kegiatan ekstrakurikuler. Diantaranya Pagar Nusa, Jujitsu, Wushu, Taekwondo dan Muay Thai. Dan alhamdulillaah, kelima macam seni bela diri tersebut telah menorehkan prestasi mulai tingkat kabupaten, propinsi dan nasional.
Buat yang penasaran dan bertanya apa bedanya kelima macam bela diri tersebut, maka saya coba ndulat ndulit googling agar bisa dijadikan sekedar bacaan singkat dan ringan buat camilan medsos.
Pertama, Pagar Nusa.
Menurut Ensiklopedia NU, Pagar Nusa bertugas menggali, mengembangkan, dan melestarikan seni bela diri pencak silat Indonesia. Nama resminya adalah lkatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama (IPS-NU) Pagar Nusa kemudian sekarang membuang kata ikatan, menjadi Pencak Silat NU. Sedangkan Pagar Nusa sendiri berarti pagarnya NU dan bangsa. Pagar Nusa dibentuk pada 3 Januari 1986 di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. NU mengesahkan pendirian dan kepengurusannya melalui Surat Keputusan tertanggal 9 Dzulhijjah 1406/16 Juli 1986. Lahirnya Pagar Nusa berawal dari perhatian dan keprihatinan para kiai NU terhadap surutnya ilmu bela diri pencak silat di pesantren. Padahal, pada awalnya pencak silat merupakan kebanggaan yang menyatu dengan kehidupan dan kegiatan pesantren. (nu.or.id)
Kedua, Jujitsu.
Jujitsu adalah sebuah bela diri yang terfokus pada pertarungan lantai yang pertama kali dipopulerkan di Brasil. Pada dasarnya adalah bentuk-bentuk pembelaan diri yang bersifat defensif dan memanfaatkan "Yawara-gi" atau teknik-teknik yang bersifat fleksibel, di mana serangan dari lawan tidak dihadapi dengan kekuatan, melainkan dengan cara "menipu" lawan agar daya serangan tersebut dapat digunakan untuk mengalahkan dirinya sendiri. (wikipedia.org)
Ketiga, Wushu.
Wushu adalah seni bela diri yang berasal dari China. Di dalam wushu, kita tidak hanya mempelajari seni bela diri. Namun, kita mempelajari olahraga, kesehatan, dan mental. Mempelajari Wushu berarti kita juga belajar mengolah pernafasan, memahami anatomi tubuh kita, dan juga mempelajari kesehatan untuk memperkuat tubuh serta pengobatan. (Kompasiana.com)
Keempat, Taekwondo.
Taekwondo adalah seni bela diri asal Korea yang juga sebagai olahraga nasional Korea. Ini adalah salah satu seni bela diri populer di dunia yang dipertandingkan di Olimpiade. Meskipun ada banyak perbedaan doktriner dan teknik di antara berbagai organisasi taekwondo, seni ini pada umumnya menekankan tendangan yang dilakukan dari suatu sikap bergerak, dengan menggunakan daya jangkau dan kekuatan kaki yang lebih besar untuk melumpuhkan lawan dari kejauhan. (Wikipedia.org)
Kelima, Muay Thai.
Muay Thai adalah olahraga nasional Kerajaan Thai dan turunan dari bela diri kuno Muay Boran. Sekilas Muay Thai dan Kickboxing memiliki teknik pertarungan yang hampir sama.(wikipedia.org)
Pada perkembangan sekarang ini, muay thai tidak hanya dilakukan oleh pria saja, bahkan untuk saat ini wanita menjadi kalangan yang lebih tertarik dan aktif dalam ilmu bela diri sekaligus olahraga muay thai. Berlatih fisik dengan olah raga bela diri Muaythai secara intens dapat membakar 700-1200 kalori. Gerakan Muaythai yang diintegrasikan dengan latihan kardiovaskular juga bisa membantu menurunkan berat badan. Namun, tentunya untuk mendapatkan hasil maksimal, perlu berkonsultasi dengan ahli nutrisi untuk menjaga pola diet, serta menggunakan jasa personal trainer yang memastikan setiap gerakan dilakukan dengan baik dan benar. (Kompas.com)
Nah kawan itu tadi sekilas info singkat.
Oh ya, percaya nggak kalau saya juga atlit bela diri lhooo...hihihi.
Jurus kasur, dapur, sumur...😅😅
PAGAR NUSA, JUJITSU
WUSHU, TAEKWONDO dan
MUAY THAI
2 Februari 2020
Alhamdulillaah, ANNISA SUCI RACHMANIA, kelas XI MIPA 1 berhasil meraih Juara 1 Kelas A Tanding Putri Tingkat SMA/ MA/ Sederajat dalam National Open Tournament Pencak Silat of Batu National Champioship I Tahun 2020 yang diselenggarakan kemarin, pada tanggal 31 Januari 2020 di GOR Gajah Mada Kota Batu. Selamat kepada Annisa dan Bpk Aris selaku pembinanya. Semoga makin semangat berpacu meningkatkan prestasi.
Berbicara tentang "silat" kawan, yang disebut juga "pencak" atau "pencak silat" adalah suatu jenis seni bela diri Indonesia.
Nah, untuk diketahui saja bahwa di SMA NUSA ada lima macam seni bela diri yang bisa diikuti oleh siswa siswi sebagai wadah kegiatan ekstrakurikuler. Diantaranya Pagar Nusa, Jujitsu, Wushu, Taekwondo dan Muay Thai. Dan alhamdulillaah, kelima macam seni bela diri tersebut telah menorehkan prestasi mulai tingkat kabupaten, propinsi dan nasional.
Buat yang penasaran dan bertanya apa bedanya kelima macam bela diri tersebut, maka saya coba ndulat ndulit googling agar bisa dijadikan sekedar bacaan singkat dan ringan buat camilan medsos.
Pertama, Pagar Nusa.
Menurut Ensiklopedia NU, Pagar Nusa bertugas menggali, mengembangkan, dan melestarikan seni bela diri pencak silat Indonesia. Nama resminya adalah lkatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama (IPS-NU) Pagar Nusa kemudian sekarang membuang kata ikatan, menjadi Pencak Silat NU. Sedangkan Pagar Nusa sendiri berarti pagarnya NU dan bangsa. Pagar Nusa dibentuk pada 3 Januari 1986 di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. NU mengesahkan pendirian dan kepengurusannya melalui Surat Keputusan tertanggal 9 Dzulhijjah 1406/16 Juli 1986. Lahirnya Pagar Nusa berawal dari perhatian dan keprihatinan para kiai NU terhadap surutnya ilmu bela diri pencak silat di pesantren. Padahal, pada awalnya pencak silat merupakan kebanggaan yang menyatu dengan kehidupan dan kegiatan pesantren. (nu.or.id)
Kedua, Jujitsu.
Jujitsu adalah sebuah bela diri yang terfokus pada pertarungan lantai yang pertama kali dipopulerkan di Brasil. Pada dasarnya adalah bentuk-bentuk pembelaan diri yang bersifat defensif dan memanfaatkan "Yawara-gi" atau teknik-teknik yang bersifat fleksibel, di mana serangan dari lawan tidak dihadapi dengan kekuatan, melainkan dengan cara "menipu" lawan agar daya serangan tersebut dapat digunakan untuk mengalahkan dirinya sendiri. (wikipedia.org)
Ketiga, Wushu.
Wushu adalah seni bela diri yang berasal dari China. Di dalam wushu, kita tidak hanya mempelajari seni bela diri. Namun, kita mempelajari olahraga, kesehatan, dan mental. Mempelajari Wushu berarti kita juga belajar mengolah pernafasan, memahami anatomi tubuh kita, dan juga mempelajari kesehatan untuk memperkuat tubuh serta pengobatan. (Kompasiana.com)
Keempat, Taekwondo.
Taekwondo adalah seni bela diri asal Korea yang juga sebagai olahraga nasional Korea. Ini adalah salah satu seni bela diri populer di dunia yang dipertandingkan di Olimpiade. Meskipun ada banyak perbedaan doktriner dan teknik di antara berbagai organisasi taekwondo, seni ini pada umumnya menekankan tendangan yang dilakukan dari suatu sikap bergerak, dengan menggunakan daya jangkau dan kekuatan kaki yang lebih besar untuk melumpuhkan lawan dari kejauhan. (Wikipedia.org)
Kelima, Muay Thai.
Muay Thai adalah olahraga nasional Kerajaan Thai dan turunan dari bela diri kuno Muay Boran. Sekilas Muay Thai dan Kickboxing memiliki teknik pertarungan yang hampir sama.(wikipedia.org)
Pada perkembangan sekarang ini, muay thai tidak hanya dilakukan oleh pria saja, bahkan untuk saat ini wanita menjadi kalangan yang lebih tertarik dan aktif dalam ilmu bela diri sekaligus olahraga muay thai. Berlatih fisik dengan olah raga bela diri Muaythai secara intens dapat membakar 700-1200 kalori. Gerakan Muaythai yang diintegrasikan dengan latihan kardiovaskular juga bisa membantu menurunkan berat badan. Namun, tentunya untuk mendapatkan hasil maksimal, perlu berkonsultasi dengan ahli nutrisi untuk menjaga pola diet, serta menggunakan jasa personal trainer yang memastikan setiap gerakan dilakukan dengan baik dan benar. (Kompas.com)
Nah kawan itu tadi sekilas info singkat.
Oh ya, percaya nggak kalau saya juga atlit bela diri lhooo...hihihi.
Jurus kasur, dapur, sumur...😅😅
Tantangan Era Revolusi 4.0
TANTANGAN ERA REVOLUSI 4.0
PEMANFAATAN E-MODUL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Sejak kecil saya punya cita-cita ingin jadi guru agama dan itu sejalan dengan keinginan bapak saya. Saat di bangku kelas 4 SD saya sudah mulai banyak tanya dan cari tahu bagaimana saya harus sekolah agar cita-cita itu terwujud. Bertanya kepada kakak kelas di saat ngaji itu yang sering saya lakukan. Mungkin karena yang saya tanyai sama-sama belum mengetahui maka jawaban itu belum saya dapatkan hingga SMP dan akhirnya cita-cita itupun hilang entah kemana seiring waktu dan pergaulan belajar.
Mulai SMP hingga SMA saya lebih menyukai ilmu sains; Biologi, Matematika, Fisika dan Kimia. Namun itu tidak menjadi penghalang untuk belajar ilmu yang lain. Hingga saya masuk UNAIR Fakultas MIPA Jurusan Fisika.
Dalam perjalanan studi dengan mengambil hikmah segala yang terjadi atas kehendak Allah dan tetap positif thinking, seakan Allah menunjukkan cita-cita saya yang hilang sewaktu kecil. Taqdir mengantarkan saya untuk berpindah studi ke STIT RADEN SANTRI GRESIK dan melanjutkan ke pascasarjana PAI-UNISLA. Yah, semua harus dinikmati dan disyukuri. Alhamdu-lillaah.
Nah, singkat cerita mulailah saya mengajar PAI di SMA NU 1 GRESIK pada tahun 2013 sebagai wujud cita-cita saya dan bapak saya. Sejak awal saya mengajar selalu ingin mencoba mencari metode pembelajaran yang bisa membuat anak belajar menyenangkan, tidak membosankan dan sesuai dengan perkembangan teknologi.
Banyaknya tugas administrasi seorang pendidik ditambah dengan tugas fungsional struktural seringkali kehilangan waktu untuk memikirkan hal itu. Namun itu tidak boleh dibiarkan begitu saja, perlu berupaya keras meluangkan waktu buat tugas utama, yakni pendidik.
Selain metode pembelajaran, media belajarpun sangat penting untuk dipikirkan agar pembelajaran mudah diterima. Walaupun saya tidak memiliki background IT namun pemikiran saya sering membawa kepada bagaimana memanfaatkan IT dalam pembelajaran. Awal mengajar menggunakan media sosial FB sebagai grup pembelajaran dan pengembangan bahan ajar melalui media blogspot.
Pada kesempatan ini, alhamdulillah setelah mengikuti workshop pembuatan e-modul pada November 2019 sebagai bagian dari rangkaian program sekolah zonasi yang diselenggarakan oleh SMA NU 1 GRESIK yang diikuti seluruh guru SMA NU 1 GRESIK dan juga guru dari sekolah imbas, saya sangat antusias dan semangat mencobanya. Perlu persiapan yang lumayan banyak untuk mempersiapkan pembuatan e-modul. Mulai dari kerangka bahan ajar yang meliputi pemilihan materi ajar, peta konsep, glosarium, desain cover, video, animasi, gambar, atau audio yang disesuaikan dengan materi hingga evaluasi dan daftar referensi.
E-modul secara garis besar merupakan bahan ajar yang dikemas secara digitalize, interaktif dan menyenangkan dengan fasilitas video, audio, gambar atau animasi sehingga peserta didik diharapkan dapat menjadi pebelajar mandiri. E-modul ini dibuat dengan menggunakan aplikasi sigil yang sangat mudah dijalankan. Dan pemakaian di android menggunakan aplikasi Lithium EPUB Reader atau EPUB EBook Reader Supreader yang harus diinstall terlebih dahulu dari playstore. Memang agak ribet untuk membuatnya. Butuh ketelatenan yang ekstra agar mencapai hasil maksimal.
E-modul yang saya coba buat dengan segala keterbatasan ilmu ini pun masih tahap uji coba menuju revisi-revisi agar mendekati sempurna. Maka dari itu butuh dan perlu sharing dengan para ahlinya. Yang pasti, Insya Allah dengan e-modul para peserta didik akan sangat antusias dalam belajar, sebab saya sudah mencoba buktikan pada peserta didik dengan sampel 4 sekolah, diantaranya SMA NU 1 GRESIK, SMA NU 2 GRESIK, SMA N 1 GRESIK dan SMA SEMEN GRESIK. Hampir 95% peserta didik menyatakan setuju dan senang dengan pemanfaatan e-modul dalam pembelajaran. Sisanya menyatakan kurang setuju sebab masih ditemukan kendala-kendala kecil yang belum support pada gadget milik mereka, misal salah satunya adalah kurangnya memori atau aplikasi tidak support dengan gadgetnya.
Bagi pendidik, pembuatan e-modul sangat diperlukan konsentrasi yang lumayan keras baik waktu, tenaga maupun pikiran. Namun dengan tantangan era revolusi 4.0 semoga menjadi motivasi bagi kita semua selaku pendidik khususnya saya untuk terus semangat dan mengembangkan inovasi pembelajaran sesuai dengan perkembangan zaman. Bagaimanapun juga dengan semakin pesat dan canggihnya IT tetap tidak bisa menggantikan peran guru dalam pembelajaran, utamanya pada pendidikan karakter menuju peradaban yang lebih bermartabat.
Salam Semangat...
SDM Unggul Indonesia Maju !
Maju Bersama Hebat Semua !
Aamiin.
4 Februari 2020
PEMANFAATAN E-MODUL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Sejak kecil saya punya cita-cita ingin jadi guru agama dan itu sejalan dengan keinginan bapak saya. Saat di bangku kelas 4 SD saya sudah mulai banyak tanya dan cari tahu bagaimana saya harus sekolah agar cita-cita itu terwujud. Bertanya kepada kakak kelas di saat ngaji itu yang sering saya lakukan. Mungkin karena yang saya tanyai sama-sama belum mengetahui maka jawaban itu belum saya dapatkan hingga SMP dan akhirnya cita-cita itupun hilang entah kemana seiring waktu dan pergaulan belajar.
Mulai SMP hingga SMA saya lebih menyukai ilmu sains; Biologi, Matematika, Fisika dan Kimia. Namun itu tidak menjadi penghalang untuk belajar ilmu yang lain. Hingga saya masuk UNAIR Fakultas MIPA Jurusan Fisika.
Dalam perjalanan studi dengan mengambil hikmah segala yang terjadi atas kehendak Allah dan tetap positif thinking, seakan Allah menunjukkan cita-cita saya yang hilang sewaktu kecil. Taqdir mengantarkan saya untuk berpindah studi ke STIT RADEN SANTRI GRESIK dan melanjutkan ke pascasarjana PAI-UNISLA. Yah, semua harus dinikmati dan disyukuri. Alhamdu-lillaah.
Nah, singkat cerita mulailah saya mengajar PAI di SMA NU 1 GRESIK pada tahun 2013 sebagai wujud cita-cita saya dan bapak saya. Sejak awal saya mengajar selalu ingin mencoba mencari metode pembelajaran yang bisa membuat anak belajar menyenangkan, tidak membosankan dan sesuai dengan perkembangan teknologi.
Banyaknya tugas administrasi seorang pendidik ditambah dengan tugas fungsional struktural seringkali kehilangan waktu untuk memikirkan hal itu. Namun itu tidak boleh dibiarkan begitu saja, perlu berupaya keras meluangkan waktu buat tugas utama, yakni pendidik.
Selain metode pembelajaran, media belajarpun sangat penting untuk dipikirkan agar pembelajaran mudah diterima. Walaupun saya tidak memiliki background IT namun pemikiran saya sering membawa kepada bagaimana memanfaatkan IT dalam pembelajaran. Awal mengajar menggunakan media sosial FB sebagai grup pembelajaran dan pengembangan bahan ajar melalui media blogspot.
Pada kesempatan ini, alhamdulillah setelah mengikuti workshop pembuatan e-modul pada November 2019 sebagai bagian dari rangkaian program sekolah zonasi yang diselenggarakan oleh SMA NU 1 GRESIK yang diikuti seluruh guru SMA NU 1 GRESIK dan juga guru dari sekolah imbas, saya sangat antusias dan semangat mencobanya. Perlu persiapan yang lumayan banyak untuk mempersiapkan pembuatan e-modul. Mulai dari kerangka bahan ajar yang meliputi pemilihan materi ajar, peta konsep, glosarium, desain cover, video, animasi, gambar, atau audio yang disesuaikan dengan materi hingga evaluasi dan daftar referensi.
E-modul secara garis besar merupakan bahan ajar yang dikemas secara digitalize, interaktif dan menyenangkan dengan fasilitas video, audio, gambar atau animasi sehingga peserta didik diharapkan dapat menjadi pebelajar mandiri. E-modul ini dibuat dengan menggunakan aplikasi sigil yang sangat mudah dijalankan. Dan pemakaian di android menggunakan aplikasi Lithium EPUB Reader atau EPUB EBook Reader Supreader yang harus diinstall terlebih dahulu dari playstore. Memang agak ribet untuk membuatnya. Butuh ketelatenan yang ekstra agar mencapai hasil maksimal.
E-modul yang saya coba buat dengan segala keterbatasan ilmu ini pun masih tahap uji coba menuju revisi-revisi agar mendekati sempurna. Maka dari itu butuh dan perlu sharing dengan para ahlinya. Yang pasti, Insya Allah dengan e-modul para peserta didik akan sangat antusias dalam belajar, sebab saya sudah mencoba buktikan pada peserta didik dengan sampel 4 sekolah, diantaranya SMA NU 1 GRESIK, SMA NU 2 GRESIK, SMA N 1 GRESIK dan SMA SEMEN GRESIK. Hampir 95% peserta didik menyatakan setuju dan senang dengan pemanfaatan e-modul dalam pembelajaran. Sisanya menyatakan kurang setuju sebab masih ditemukan kendala-kendala kecil yang belum support pada gadget milik mereka, misal salah satunya adalah kurangnya memori atau aplikasi tidak support dengan gadgetnya.
Bagi pendidik, pembuatan e-modul sangat diperlukan konsentrasi yang lumayan keras baik waktu, tenaga maupun pikiran. Namun dengan tantangan era revolusi 4.0 semoga menjadi motivasi bagi kita semua selaku pendidik khususnya saya untuk terus semangat dan mengembangkan inovasi pembelajaran sesuai dengan perkembangan zaman. Bagaimanapun juga dengan semakin pesat dan canggihnya IT tetap tidak bisa menggantikan peran guru dalam pembelajaran, utamanya pada pendidikan karakter menuju peradaban yang lebih bermartabat.
Salam Semangat...
SDM Unggul Indonesia Maju !
Maju Bersama Hebat Semua !
Aamiin.
4 Februari 2020
Nasi Bryani Ala Pak Medi
NASI BRIYANI SUPER SPESIAL
ALA PAK MEDI
Seakan ada kontak batin saja, semalam usai posting foto Pak Medi buat nostalgia, eh tiba-tiba pagi harinya datang Bu Luluk Islachiyah (pengelola Maarif Mart SMANUSA) sambil membawa paketan mika ke ruangan kerja saya.
"Bu, ini dari Pak Medi, buat diicipi dan dikomentari." kata Bu Luluk Is. sambil menyodorkan bingkisan mika.
"Hah?" jawab saya kaget
"Pak Medi? Kesini?" tanya saya kembali
"Iya, sekarang di Maarif Mart." jawab Bu Luluk Is.
"Oh ya, terima kasih Bu, nanti saya akan segera ke sana." kata saya.
Tak percaya, kok nyambung ya, padahal beliau tak punya WA atau FB apalagi Instagram dan sejenisnya... Hehe alias "steril". Mungkin ini yang disebut sebuah resonansi hati antara guru dan murid. Saling bergetar menembus batas.
Sebelum beranjak dari tempat duduk, saya buka paketan, ternyata nasi semacam "kebuli", entah namanya apa yang pasti ada bedanya dengan "kebuli". Beliau memang hobi masak dan rasanya luar biasa mantab.
Lalu saya tutup lagi kemudian bergegas menuju Maarif Mart, sebab senang bersyukur dan ada sesuatu yang harus saya gali dari beliau. Karena kesempatan berjumpa juga bisa diperkirakan akan menunggu lebaran, itupun agenda belum pasti.
Sosok Pak Medi inilah yang menjadi salah satu inspirasi bagi saya dalam upaya belajar menata kedisiplinan. Banyak testimoni dari para alumni tentang model kedisiplinan yang diterapkan Pak Medi telah banyak membawa dampak positif bagi masa depan mereka. Walaupun masa sudah berbeda, namun pengalaman tetap penting untuk dipelajari agar dapat mengkombinasikan metode dan menghasilkan metode baru. Pengalaman dari mana saja, kapan saja dan dari siapa saja.
Pendidikan masa dahulu berbeda dengan masa sekarang. Namun ingat kaidah , al-muhafadhah 'alal qadim al-shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah yakni memelihara hal lama yang masih baik dan mengambil hal baru yang lebih baik. Ditambah dengan modifikasi kaidah yang ditawarkan KH Ma'ruf Amin, al-muhafadhah 'alal qadim al-shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah wal ishlah ila ma huwal ashlah tsummal ashlah fal ashlah. Sebab, “boleh jadi sesuatu dipandang maslahat hari ini, dua tiga tahun lagi sudah tidak maslahat lagi.
(nu.or.id)
Mulailah kami berbincang, diawali dengan pertanyaan saya tentang apa nasi yang dibawa Pak Medi. Ternyata itu "Briyani".
Makanan yang berasal dari Asia Selatan (India dan Pakistan). Di Indonesia dan Malaysia, hidangan ini disebut dengan tambahan kata nasi (nasi biryani, nasi briyani, nasi briani, atau nasi beriani). "Biryani" berasal dari Bahasa Persia, beryā(n) (بریان) yang berarti goreng atau panggang.
Kemudian kami melanjutkan perbincangan dengan sesekali dibubuhi humor. Diskusi tentang belajar tempo dulu, pengalaman mendidik, suka duka membina para siswa hingga kesan yang diungkapkan para alumni dan orang tua terkait pendidikan kedisiplinan yang diterapkan Pak Medi yang telah banyak dirasakan. Di tengah perbincangan singkat inilah saya mencuri start agar beliau berkenan memberikan mutiara pesan bagi saya untuk melangkah lebih percaya diri.
Akhirnya, berhasil saya catat beberapa pesan beliau. Diantaranya:
1. Walaupun keras pada anak, namun jaga hati agar tidak ada kebencian pada anak. Niatkan untuk mendidik, pelajari perbedaan mendidik dan mengajar. Mendidik lebih berorientasi pada perubahan perilaku menuju lebih baik.
2. Jika ingin anak baik, maka jadikan dirimu sebagai teladan bagi mereka. Menyuruh disiplin, maka kamu harus disiplin. Menyuruh anak rajin belajar dan ibadah, maka kamu harus demikian.
3. Jangan lupakan doa. Mohon kepada Allah SWT bimbingan dalam setiap langkah agar diberikan kemudahan segala urusanmu.
4. Jangan iri pada orang lain. Lakukan kewajibanmu sebagai ibadah yang akan kembali padamu, jangan "tolah toleh" alias mencari kesalahan kerja orang lain sehingga menjadikan hadirnya iri pada hatimu.
5. Jika mampu menjauhkan rasa iri, maka itu artinya keikhlasan sudah ada dalam hatimu. Itulah kunci keberhasilan.
Subhaanallaah. Itulah secercah mutiara spesial pagi tadi. Nasi Briyani Super Spesial di hari Kamis.
Semoga kita semua tetap dalam lindungan dan hidayahNya. Aamiin.
6 Februari 2020
ALA PAK MEDI
Seakan ada kontak batin saja, semalam usai posting foto Pak Medi buat nostalgia, eh tiba-tiba pagi harinya datang Bu Luluk Islachiyah (pengelola Maarif Mart SMANUSA) sambil membawa paketan mika ke ruangan kerja saya.
"Bu, ini dari Pak Medi, buat diicipi dan dikomentari." kata Bu Luluk Is. sambil menyodorkan bingkisan mika.
"Hah?" jawab saya kaget
"Pak Medi? Kesini?" tanya saya kembali
"Iya, sekarang di Maarif Mart." jawab Bu Luluk Is.
"Oh ya, terima kasih Bu, nanti saya akan segera ke sana." kata saya.
Tak percaya, kok nyambung ya, padahal beliau tak punya WA atau FB apalagi Instagram dan sejenisnya... Hehe alias "steril". Mungkin ini yang disebut sebuah resonansi hati antara guru dan murid. Saling bergetar menembus batas.
Sebelum beranjak dari tempat duduk, saya buka paketan, ternyata nasi semacam "kebuli", entah namanya apa yang pasti ada bedanya dengan "kebuli". Beliau memang hobi masak dan rasanya luar biasa mantab.
Lalu saya tutup lagi kemudian bergegas menuju Maarif Mart, sebab senang bersyukur dan ada sesuatu yang harus saya gali dari beliau. Karena kesempatan berjumpa juga bisa diperkirakan akan menunggu lebaran, itupun agenda belum pasti.
Sosok Pak Medi inilah yang menjadi salah satu inspirasi bagi saya dalam upaya belajar menata kedisiplinan. Banyak testimoni dari para alumni tentang model kedisiplinan yang diterapkan Pak Medi telah banyak membawa dampak positif bagi masa depan mereka. Walaupun masa sudah berbeda, namun pengalaman tetap penting untuk dipelajari agar dapat mengkombinasikan metode dan menghasilkan metode baru. Pengalaman dari mana saja, kapan saja dan dari siapa saja.
Pendidikan masa dahulu berbeda dengan masa sekarang. Namun ingat kaidah , al-muhafadhah 'alal qadim al-shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah yakni memelihara hal lama yang masih baik dan mengambil hal baru yang lebih baik. Ditambah dengan modifikasi kaidah yang ditawarkan KH Ma'ruf Amin, al-muhafadhah 'alal qadim al-shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah wal ishlah ila ma huwal ashlah tsummal ashlah fal ashlah. Sebab, “boleh jadi sesuatu dipandang maslahat hari ini, dua tiga tahun lagi sudah tidak maslahat lagi.
(nu.or.id)
Mulailah kami berbincang, diawali dengan pertanyaan saya tentang apa nasi yang dibawa Pak Medi. Ternyata itu "Briyani".
Makanan yang berasal dari Asia Selatan (India dan Pakistan). Di Indonesia dan Malaysia, hidangan ini disebut dengan tambahan kata nasi (nasi biryani, nasi briyani, nasi briani, atau nasi beriani). "Biryani" berasal dari Bahasa Persia, beryā(n) (بریان) yang berarti goreng atau panggang.
Kemudian kami melanjutkan perbincangan dengan sesekali dibubuhi humor. Diskusi tentang belajar tempo dulu, pengalaman mendidik, suka duka membina para siswa hingga kesan yang diungkapkan para alumni dan orang tua terkait pendidikan kedisiplinan yang diterapkan Pak Medi yang telah banyak dirasakan. Di tengah perbincangan singkat inilah saya mencuri start agar beliau berkenan memberikan mutiara pesan bagi saya untuk melangkah lebih percaya diri.
Akhirnya, berhasil saya catat beberapa pesan beliau. Diantaranya:
1. Walaupun keras pada anak, namun jaga hati agar tidak ada kebencian pada anak. Niatkan untuk mendidik, pelajari perbedaan mendidik dan mengajar. Mendidik lebih berorientasi pada perubahan perilaku menuju lebih baik.
2. Jika ingin anak baik, maka jadikan dirimu sebagai teladan bagi mereka. Menyuruh disiplin, maka kamu harus disiplin. Menyuruh anak rajin belajar dan ibadah, maka kamu harus demikian.
3. Jangan lupakan doa. Mohon kepada Allah SWT bimbingan dalam setiap langkah agar diberikan kemudahan segala urusanmu.
4. Jangan iri pada orang lain. Lakukan kewajibanmu sebagai ibadah yang akan kembali padamu, jangan "tolah toleh" alias mencari kesalahan kerja orang lain sehingga menjadikan hadirnya iri pada hatimu.
5. Jika mampu menjauhkan rasa iri, maka itu artinya keikhlasan sudah ada dalam hatimu. Itulah kunci keberhasilan.
Subhaanallaah. Itulah secercah mutiara spesial pagi tadi. Nasi Briyani Super Spesial di hari Kamis.
Semoga kita semua tetap dalam lindungan dan hidayahNya. Aamiin.
6 Februari 2020
Ketegasan VS Kekerasan
KETEGASAN VS KEKERASAN
Masihkah ingat beliau yang berpose di sebelah kiri?
Ya, Bapak Wusono Sumedi. Beliau guru Penjas SMA NU 1 Gresik yang telah pensiun sejak tahun 2016, masih nampak sehat dan menyempatkan hadir dalam acara HAUL almarhumin wa maghfurlahum para pendiri dan para kepala sekolah serta bapak ibu - karyawan dalam rangka HARLAH SMANUSA yang ke-52, kemarin pada hari Senin, 3 Februari 2020. Siapa yang tak kenal beliau dengan panggilan akrabnya Pak Medi. Setiap angkatan yang pernah belajar selama masa beliau di SMA NU 1 pasti mengenalnya. Saat menjadi Pembina OSIS SMA NU 1 beliau terkenal dengan ketegasannya dalam menegakkan kedisiplinan para siswa. Selama saya masih duduk di bangku SMA dan sekaligus menjadi bagian dari pengurus OSIS tentu faham betul dengan karakter pembinaan beliau. Siapa yang berani melanggar aturan, beliau tak segan-segan menindak tegas. Bagai Umar bin Khattab laksana Singa Padang Pasir. Begitulah kiranya gambaran ketegasan beliau dalam pandangan saya.
Saya masih ingat betul selama menjadi siswa SMA NU 1 sebanyak 2 kali melakukan pelanggaran yang berakibat mendapatkan ketegasan dari beliau. Hingga "bentakan" beliau membuat saya menangis karena menyentuh hati. Menangis menyadari kekhilafan dan berjanji tidak mengulangi pelanggaran lagi.
Nah, berbicara tentang "ketegasan" kawan mungkin kita bisa sedikit membedakan dengan "kekerasan". Sebab saya berfikir sebuah kedisiplinan identik dengan ketegasan. Bagaimana ketegasan itu diterapkan dalam menegakkan kedisiplinan. Kethak kethik searching, bahwasanya ketegasan adalah keseimbangan antara kekerasan dan kasih sayang. Artinya dalam menegakkan kedisiplinan tentu ada unsur kekerasan yang dibingkai dengan kasih sayang. Ada tarik ulur antara kekerasan dengan kasih sayang.
Dari situlah saya merenung tentang sikap saya dalam upaya menegakkan kedisiplinan. Tentu sebuah pekerjaan yang tidak mudah dilakukan bagi tim ketertiban dan kedisiplinan dalam menata kedisiplinan lebih dari 1000 siswa yang berasal dari berbagai latar belakang. Ada siswa yang berlatar belakang keluarga disiplin sejak dini sehingga mental anak sudah terbiasa dengan pantang menyerah terhadap berbagai keadaan. Ada anak yang selalu mendapatkan kasih sayang hingga terlanjur memiliki karakter manja yang menjadikan mudah berkeluh kesah dan ada juga yang memiliki sikap mandiri secara alamiah tanpa ada pengaruh binaan keluarga.
Penerapan kedisiplinan diperlukan pengawalan yang dilakukan secara kontinyu. Bagi anak yang pada dasarnya sudah disiplin maka tidak ada masalah. Namun bagi yang belum mampu disiplin, maka perlu ada sedikit paksaan dalam menerapkannya. Ini yang lebih sulit. Perlu standar prosentase yang ditentukan dengan target progres kedisiplinan hingga menjadi terbiasa disiplin.
Untuk menegakkan kedisiplinan ada resiko yang harus diterima ketika kita menindak tegas seorang atau beberapa siswa. Resiko pemberian gelar "killer" atau sejenisnya itu yang pastinya didapat. Namun bagi anak yang mampu berfikir jernih pasti bisa mengambil kesimpulan dan mengambil makna serta hikmah dari tindakan tegas tersebut.
Alhamdulillaah, SMA NU 1 Gresik telah mendapatkan kepercayaan dalam ajang SMA AWARD 2019 sebagai Sekolah Terdisiplin se-Jawa Timur, dan ini bukan berarti hasil akhir sebuah jerih payah namun sebagai langkah awal perjuangan menegakkan kedisiplinan menuju generasi millenial yang pantang menyerah, handal, berprestasi, berinovasi dan berakhlakul karimah. Aamiin.
Semoga Allah memberikan kemudahan dalam segala urusan. Aamiin.
To be continue
5 Februari 2020
Masihkah ingat beliau yang berpose di sebelah kiri?
Ya, Bapak Wusono Sumedi. Beliau guru Penjas SMA NU 1 Gresik yang telah pensiun sejak tahun 2016, masih nampak sehat dan menyempatkan hadir dalam acara HAUL almarhumin wa maghfurlahum para pendiri dan para kepala sekolah serta bapak ibu - karyawan dalam rangka HARLAH SMANUSA yang ke-52, kemarin pada hari Senin, 3 Februari 2020. Siapa yang tak kenal beliau dengan panggilan akrabnya Pak Medi. Setiap angkatan yang pernah belajar selama masa beliau di SMA NU 1 pasti mengenalnya. Saat menjadi Pembina OSIS SMA NU 1 beliau terkenal dengan ketegasannya dalam menegakkan kedisiplinan para siswa. Selama saya masih duduk di bangku SMA dan sekaligus menjadi bagian dari pengurus OSIS tentu faham betul dengan karakter pembinaan beliau. Siapa yang berani melanggar aturan, beliau tak segan-segan menindak tegas. Bagai Umar bin Khattab laksana Singa Padang Pasir. Begitulah kiranya gambaran ketegasan beliau dalam pandangan saya.
Saya masih ingat betul selama menjadi siswa SMA NU 1 sebanyak 2 kali melakukan pelanggaran yang berakibat mendapatkan ketegasan dari beliau. Hingga "bentakan" beliau membuat saya menangis karena menyentuh hati. Menangis menyadari kekhilafan dan berjanji tidak mengulangi pelanggaran lagi.
Nah, berbicara tentang "ketegasan" kawan mungkin kita bisa sedikit membedakan dengan "kekerasan". Sebab saya berfikir sebuah kedisiplinan identik dengan ketegasan. Bagaimana ketegasan itu diterapkan dalam menegakkan kedisiplinan. Kethak kethik searching, bahwasanya ketegasan adalah keseimbangan antara kekerasan dan kasih sayang. Artinya dalam menegakkan kedisiplinan tentu ada unsur kekerasan yang dibingkai dengan kasih sayang. Ada tarik ulur antara kekerasan dengan kasih sayang.
Dari situlah saya merenung tentang sikap saya dalam upaya menegakkan kedisiplinan. Tentu sebuah pekerjaan yang tidak mudah dilakukan bagi tim ketertiban dan kedisiplinan dalam menata kedisiplinan lebih dari 1000 siswa yang berasal dari berbagai latar belakang. Ada siswa yang berlatar belakang keluarga disiplin sejak dini sehingga mental anak sudah terbiasa dengan pantang menyerah terhadap berbagai keadaan. Ada anak yang selalu mendapatkan kasih sayang hingga terlanjur memiliki karakter manja yang menjadikan mudah berkeluh kesah dan ada juga yang memiliki sikap mandiri secara alamiah tanpa ada pengaruh binaan keluarga.
Penerapan kedisiplinan diperlukan pengawalan yang dilakukan secara kontinyu. Bagi anak yang pada dasarnya sudah disiplin maka tidak ada masalah. Namun bagi yang belum mampu disiplin, maka perlu ada sedikit paksaan dalam menerapkannya. Ini yang lebih sulit. Perlu standar prosentase yang ditentukan dengan target progres kedisiplinan hingga menjadi terbiasa disiplin.
Untuk menegakkan kedisiplinan ada resiko yang harus diterima ketika kita menindak tegas seorang atau beberapa siswa. Resiko pemberian gelar "killer" atau sejenisnya itu yang pastinya didapat. Namun bagi anak yang mampu berfikir jernih pasti bisa mengambil kesimpulan dan mengambil makna serta hikmah dari tindakan tegas tersebut.
Alhamdulillaah, SMA NU 1 Gresik telah mendapatkan kepercayaan dalam ajang SMA AWARD 2019 sebagai Sekolah Terdisiplin se-Jawa Timur, dan ini bukan berarti hasil akhir sebuah jerih payah namun sebagai langkah awal perjuangan menegakkan kedisiplinan menuju generasi millenial yang pantang menyerah, handal, berprestasi, berinovasi dan berakhlakul karimah. Aamiin.
Semoga Allah memberikan kemudahan dalam segala urusan. Aamiin.
To be continue
5 Februari 2020
SHINE OF GLORY
SHINE OF GLORY
52 TAHUN SMANUSA
Shine of Glory, adalah tema yang diusung oleh MPK dan IPNU-IPPNU SMANUSA dalam acara JJS & Bazar sebagai rangkaian Harlah SMANUSA yang ke-52. Alhamdulillaah, acara yang dilaksanakan kemarin Sabtu, 8 Februari 2020 berjalan lancar dan meriah, diikuti oleh seluruh siswa, guru, karyawan dan para alumni.
Stand bazar yang dibagi tiap kelas menyajikan berbagai menu makin menambah gairah dan semangat acara tersebut. Harga mulai 5 K hingga 20 K. Selain stand kelas, ada juga stand dari alumni dan stand dari IPPNU divisi PKW (Pendidikan Kewirausahaan).
Pembukaan JJS & Bazar dilakukan oleh Bapak Kepala Sekolah, Drs. H. Agus Syamsudin, M.A. dan dimeriahkan oleh penampilan band, modern dance dan fashion show dari ekskul tata rias.
Grup band yang membuat semarak acara tersebut ditampilkan oleh para siswa SMANUSA dan juga dari para alumni. Diantaranya Band Hey Molly, Since Zero, Lentera, Samska, Diamond, Blass Band dan Kotak Tua dari band alumni.
Para peserta JJS juga menyambut sorak sorai dan riuh tepuk tangan pada penampilan modern dance dan fashion show. Mereka mampu tampil kontemporer penuh percaya diri, energik dan serasi sehingga membuat decak kagum para penonton.
Shine of Glory pada usia 52 tahun SMANUSA, disinilah kita menaruh harapan semoga kemuliaan akan benar² bersinar. Kemuliaan akal fikiran, hati, akhlaq yang terasah dari mental teruji atas kegigihan kita, komitmen bersama untuk mencapai tujuan mulia. Kemuliaan yang tidak menjadikan kita lupa diri, kemuliaan yang tidak menjadikan kita tinggi hati, kemuliaan yang tidak mengakibatkan kita dengki pada sesama. Namun, kemuliaan yang menjadikan kita semakin rendah hati, kemuliaan yang makin menjadikan kita haus nasehat, kemuliaan yang makin menjadikan kita dekat pada Ilahi Robbi.
Semoga Jaya SMANUSA.
Mencetak generasi millenial, berinovasi, berprestasi dan berakhlak mulia.
Insya Allah.
Aamiin.
9 Februari 2020
52 TAHUN SMANUSA
Shine of Glory, adalah tema yang diusung oleh MPK dan IPNU-IPPNU SMANUSA dalam acara JJS & Bazar sebagai rangkaian Harlah SMANUSA yang ke-52. Alhamdulillaah, acara yang dilaksanakan kemarin Sabtu, 8 Februari 2020 berjalan lancar dan meriah, diikuti oleh seluruh siswa, guru, karyawan dan para alumni.
Stand bazar yang dibagi tiap kelas menyajikan berbagai menu makin menambah gairah dan semangat acara tersebut. Harga mulai 5 K hingga 20 K. Selain stand kelas, ada juga stand dari alumni dan stand dari IPPNU divisi PKW (Pendidikan Kewirausahaan).
Pembukaan JJS & Bazar dilakukan oleh Bapak Kepala Sekolah, Drs. H. Agus Syamsudin, M.A. dan dimeriahkan oleh penampilan band, modern dance dan fashion show dari ekskul tata rias.
Grup band yang membuat semarak acara tersebut ditampilkan oleh para siswa SMANUSA dan juga dari para alumni. Diantaranya Band Hey Molly, Since Zero, Lentera, Samska, Diamond, Blass Band dan Kotak Tua dari band alumni.
Para peserta JJS juga menyambut sorak sorai dan riuh tepuk tangan pada penampilan modern dance dan fashion show. Mereka mampu tampil kontemporer penuh percaya diri, energik dan serasi sehingga membuat decak kagum para penonton.
Shine of Glory pada usia 52 tahun SMANUSA, disinilah kita menaruh harapan semoga kemuliaan akan benar² bersinar. Kemuliaan akal fikiran, hati, akhlaq yang terasah dari mental teruji atas kegigihan kita, komitmen bersama untuk mencapai tujuan mulia. Kemuliaan yang tidak menjadikan kita lupa diri, kemuliaan yang tidak menjadikan kita tinggi hati, kemuliaan yang tidak mengakibatkan kita dengki pada sesama. Namun, kemuliaan yang menjadikan kita semakin rendah hati, kemuliaan yang makin menjadikan kita haus nasehat, kemuliaan yang makin menjadikan kita dekat pada Ilahi Robbi.
Semoga Jaya SMANUSA.
Mencetak generasi millenial, berinovasi, berprestasi dan berakhlak mulia.
Insya Allah.
Aamiin.
9 Februari 2020
Sowan Gus Ali
Catatan Perjalanan:
WISATA RELIGI & FAMILY GATHERING FATAYAT
SOWAN GUS ALI:
SMANUSA, recommended by Gus Ali dan NUSA OCTAVE ORCHESTRA akan hadir di BUMI SHOLAWAT
(Insya Allah)
Agenda kemarin, Minggu 16 Februari 2020 mengikuti Wisata Religi & Family Gathering PAC Fatayat NU Gresik dalam rangka rangkaian acara persiapan menjelang Pelantikan Pengurus PAC Fatayat NU Gresik periode 2019-2023. Insya Allah pelantikan yang akan bertempat di Aula Idham Kholid SMANUSA tanggal 23 Februari 2020 akan diisi dengan talkshow bertajuk Tantangan Pendidikan Era Revolusi 4.0 dengan menghadirkan para tokoh pendidikan tentunya dari kalangan NU. Siapa dia ?? tunggu tanggal mainnya.
Diantara kegiatan Wisata Religi & Family Gathering tersebut adalah sowan ke ndalem Romo KH. Agoes Ali Mashuri ( Gus Ali, Ponpes Bumi Sholawat), Wisata Pujon Kidul, dan ziarah makam Romo KH. Ahmad Asrori Al Ishaq RA.
Saat sowan ke ndalem Gus Ali inilah ada sesuatu yang membuat saya sangat bersyukur dan terharu. Setelah semua masuk, dan duduk, dua sahabat kader Fatayat disuruh maju oleh beliau. Keduanya cantik dan masih single. Salah seorang diantaranya masih kuliah S1 jurusan Pendidikan Matematika.
Beliau bertanya, "Apa kamu ingin jadi guru, nak?"
Sahabat cantik menganggukkan kepala.
"Wes, nak YIMI ae (@Odieq Bopa), utowo nak SMANU". jawab beliau.
Sontak bikin saya kaget dengar beliau sebut SMANU, dalam hati saya bertanya, apakah yang dimaksud Yai adalah SMANUSA. Teman-teman berbisik dan berkata lirih berbarengan sambil memandang saya, "Ada yang ngajar disana Yai". Namun Yai masih fokus pada yang lain dan saya mengedipkan mata agar tenang.. hehe.
Dalam perbincangan, beliau membahas seputar kota Gresik, kawasan industri, kuliner, dan tokoh tokoh Gresik. Nah, singkat cerita saat menanyakan kontak Ust Amin, salah satu tokoh agama Gresik, saya memberanikan diri menyampaikan pada beliau, walaupun saya mengatakan bahwa saya mencoba menghubungi tapi tidak diangkat. Beliau tetap menyuruh saya ke depan sambil mengatakan "aku sing ngebel", akhirnya saya maju dan duduk di depan bersama dua sahabat cantik..
Walau akhirnya telepon Yai juga tidak diangkat . Kemudian tiba-tiba datang seorang bapak, suami dari salah satu sahabat Fatayat yang juga ikut serta dan beliau menjabat sebagai Lurah Kramat, memberikan kontak lain ust Amien yang bisa dihubungi. Alhasil, Alhamdulillah Yai dapat berbincang dengan bahasa Arab bersama Ust. Amin.
Usai Yai berbincang, saya mohon diri kembali ke tempat semula, namun tidak diijinkan. "Sek, kene ae." Kemudian saya ambil kesempatan mengutarakan isi hati.
"Yai, pangestune, saya di SMANU 1."
"Hem, kapan nggowo rene arek-arek menyanyi?". tanya Yai.
"Orchestra, Yai?" jawab saya sambil memandang Yai untuk memperjelas
"Iya, bawa sini. Mene tak kei sholawat karanganku". Begitulah jawab Yai.
"Subhaanallaah, siap, Yai. Insya Allah." jawab saya seraya mengacungkan jempol pada Yai.
"Kapan Yai"? tanya saya
"Wes sembarang, pokoke malam Minggu, catet nomerku, kapan siap, wara Yai Siap." jawab Yai meyakinkan.
Segeralah saya catat dan save nomer Yai.
Alhamdulillaah, ternyata saya berkeyakinan bahwa nama SMANU yang disebut Yai adalah SMANUSA, terbukti Yai mengetahui dan ingin arek-arek menyanyi yakni NUSA OCTAVE ORCHESTRA tampil di Bumi Sholawat.
Saat pulang, Yai juga menanyakan berapa jumlah personelnya, siapa dan dari mana pelatihnya (@ Mukmin Efendi). Beliau berjanji membuatkan panggung. Alhamdulillaah.
Ini membuatku teringat saat kali pertama bertemu Yai, tahun 1999, beliau mengisi pengajian Isro' Mi'roj di masjid depan kampung. Walau suara saya "serak serak jembret" namun pernah jadi vokal qasidah kampung yang tampil pada saat itu ...hhhh, saat itulah di akhir pengajian pada sesi tanya jawab, saya mengajukan pertanyaan pada Yai, bagaimana hukumnya musik. Yai membolehkan, musik untuk dakwah. Nah, kemarin bertemu Yai, beliau minta anak-anak nyanyi. Alhamdulillaah, serasa masih ada magnet yang sama diantara dua kali komunikasi langsung dengan Yai.
Tidak cukup dengan itu, pagi tadi saya mencoba memastikan pada Yai lewat kontak beliau. Sedikit kecewa sebab serentetan chattinganku hanya di read saja. Tak dibalas satu pun. Namun kemudian justru beliau yang call langsung, kecewa lagi saya yang tidak mengangkatnya sebab di luar area. Saya coba call beliau tapi tak diangkat, Ya Allaah..
Tak lama kemudian, beliau call lagi, Alhamdulillaah segera saya pencet tombol, walau perbincangan singkat namun pasti, beliau meyakinkan kembali, Insya Allah akan mengundang NUSA OCTAVE ORCHESTRA di Bumi Sholawat.
Kapan?? Sekali lagi, tunggu tanggal mainnya.
Dan beliau mengatakan bahwa KH. Ali Masykur adalah sepupu beliau ketika saya bercerita bahwa NUSA OCTAVE pernah tampil pada acara Musikalisasi Sholawat Badar & haul KH. Ali Masykur (pencipta Sholawat Badar), di Rengel -Tuban.
Semoga semua dapat berjalan lancar, tak ada aral melintang, teriring ridho Allah SWT dan setiap langkah dapat bernilai ibadah dengan mengambil hikmah dari manapun datangnya. Aamiin.
To be continue
17 Februari 2020
WISATA RELIGI & FAMILY GATHERING FATAYAT
SOWAN GUS ALI:
SMANUSA, recommended by Gus Ali dan NUSA OCTAVE ORCHESTRA akan hadir di BUMI SHOLAWAT
(Insya Allah)
Agenda kemarin, Minggu 16 Februari 2020 mengikuti Wisata Religi & Family Gathering PAC Fatayat NU Gresik dalam rangka rangkaian acara persiapan menjelang Pelantikan Pengurus PAC Fatayat NU Gresik periode 2019-2023. Insya Allah pelantikan yang akan bertempat di Aula Idham Kholid SMANUSA tanggal 23 Februari 2020 akan diisi dengan talkshow bertajuk Tantangan Pendidikan Era Revolusi 4.0 dengan menghadirkan para tokoh pendidikan tentunya dari kalangan NU. Siapa dia ?? tunggu tanggal mainnya.
Diantara kegiatan Wisata Religi & Family Gathering tersebut adalah sowan ke ndalem Romo KH. Agoes Ali Mashuri ( Gus Ali, Ponpes Bumi Sholawat), Wisata Pujon Kidul, dan ziarah makam Romo KH. Ahmad Asrori Al Ishaq RA.
Saat sowan ke ndalem Gus Ali inilah ada sesuatu yang membuat saya sangat bersyukur dan terharu. Setelah semua masuk, dan duduk, dua sahabat kader Fatayat disuruh maju oleh beliau. Keduanya cantik dan masih single. Salah seorang diantaranya masih kuliah S1 jurusan Pendidikan Matematika.
Beliau bertanya, "Apa kamu ingin jadi guru, nak?"
Sahabat cantik menganggukkan kepala.
"Wes, nak YIMI ae (@Odieq Bopa), utowo nak SMANU". jawab beliau.
Sontak bikin saya kaget dengar beliau sebut SMANU, dalam hati saya bertanya, apakah yang dimaksud Yai adalah SMANUSA. Teman-teman berbisik dan berkata lirih berbarengan sambil memandang saya, "Ada yang ngajar disana Yai". Namun Yai masih fokus pada yang lain dan saya mengedipkan mata agar tenang.. hehe.
Dalam perbincangan, beliau membahas seputar kota Gresik, kawasan industri, kuliner, dan tokoh tokoh Gresik. Nah, singkat cerita saat menanyakan kontak Ust Amin, salah satu tokoh agama Gresik, saya memberanikan diri menyampaikan pada beliau, walaupun saya mengatakan bahwa saya mencoba menghubungi tapi tidak diangkat. Beliau tetap menyuruh saya ke depan sambil mengatakan "aku sing ngebel", akhirnya saya maju dan duduk di depan bersama dua sahabat cantik..
Walau akhirnya telepon Yai juga tidak diangkat . Kemudian tiba-tiba datang seorang bapak, suami dari salah satu sahabat Fatayat yang juga ikut serta dan beliau menjabat sebagai Lurah Kramat, memberikan kontak lain ust Amien yang bisa dihubungi. Alhasil, Alhamdulillah Yai dapat berbincang dengan bahasa Arab bersama Ust. Amin.
Usai Yai berbincang, saya mohon diri kembali ke tempat semula, namun tidak diijinkan. "Sek, kene ae." Kemudian saya ambil kesempatan mengutarakan isi hati.
"Yai, pangestune, saya di SMANU 1."
"Hem, kapan nggowo rene arek-arek menyanyi?". tanya Yai.
"Orchestra, Yai?" jawab saya sambil memandang Yai untuk memperjelas
"Iya, bawa sini. Mene tak kei sholawat karanganku". Begitulah jawab Yai.
"Subhaanallaah, siap, Yai. Insya Allah." jawab saya seraya mengacungkan jempol pada Yai.
"Kapan Yai"? tanya saya
"Wes sembarang, pokoke malam Minggu, catet nomerku, kapan siap, wara Yai Siap." jawab Yai meyakinkan.
Segeralah saya catat dan save nomer Yai.
Alhamdulillaah, ternyata saya berkeyakinan bahwa nama SMANU yang disebut Yai adalah SMANUSA, terbukti Yai mengetahui dan ingin arek-arek menyanyi yakni NUSA OCTAVE ORCHESTRA tampil di Bumi Sholawat.
Saat pulang, Yai juga menanyakan berapa jumlah personelnya, siapa dan dari mana pelatihnya (@ Mukmin Efendi). Beliau berjanji membuatkan panggung. Alhamdulillaah.
Ini membuatku teringat saat kali pertama bertemu Yai, tahun 1999, beliau mengisi pengajian Isro' Mi'roj di masjid depan kampung. Walau suara saya "serak serak jembret" namun pernah jadi vokal qasidah kampung yang tampil pada saat itu ...hhhh, saat itulah di akhir pengajian pada sesi tanya jawab, saya mengajukan pertanyaan pada Yai, bagaimana hukumnya musik. Yai membolehkan, musik untuk dakwah. Nah, kemarin bertemu Yai, beliau minta anak-anak nyanyi. Alhamdulillaah, serasa masih ada magnet yang sama diantara dua kali komunikasi langsung dengan Yai.
Tidak cukup dengan itu, pagi tadi saya mencoba memastikan pada Yai lewat kontak beliau. Sedikit kecewa sebab serentetan chattinganku hanya di read saja. Tak dibalas satu pun. Namun kemudian justru beliau yang call langsung, kecewa lagi saya yang tidak mengangkatnya sebab di luar area. Saya coba call beliau tapi tak diangkat, Ya Allaah..
Tak lama kemudian, beliau call lagi, Alhamdulillaah segera saya pencet tombol, walau perbincangan singkat namun pasti, beliau meyakinkan kembali, Insya Allah akan mengundang NUSA OCTAVE ORCHESTRA di Bumi Sholawat.
Kapan?? Sekali lagi, tunggu tanggal mainnya.
Dan beliau mengatakan bahwa KH. Ali Masykur adalah sepupu beliau ketika saya bercerita bahwa NUSA OCTAVE pernah tampil pada acara Musikalisasi Sholawat Badar & haul KH. Ali Masykur (pencipta Sholawat Badar), di Rengel -Tuban.
Semoga semua dapat berjalan lancar, tak ada aral melintang, teriring ridho Allah SWT dan setiap langkah dapat bernilai ibadah dengan mengambil hikmah dari manapun datangnya. Aamiin.
To be continue
17 Februari 2020
Langganan:
Komentar (Atom)